Pages

Tuesday, March 5, 2013

Kisah Inspirasi : Cerita Usaid ibnu Hudair r.a

Usaid ibnu Hudair
Imam Bukhari mengatakan, Al-Lais pernah berkata bahwa telah menceritakan kepadanya Yazid Ibnul Had, dari Muhammad ibnu Ibrahim, dari Usaid ibnu Hudair r.a yang menceritakan :
Ketika dia sedang membaca surat Al-Baqarah disuatu malam, sedangkan kuda tunggangannya dalam keadaan tertambat didekatnya, tiba-tiba kudanya gelisah; lalu ia berhenti dari bacaannya, maka kudanyapun diam. Ia meneruskan bacaanya ternyata kudanya gelisah lagi. Maka ia berhenti dari bacaannya, dan ternyata kudanya tenang kembali. Kemudian ia meneruskan bacaannya ternyata kudanya tampak gelisah, akhirnya dia menghentikan bacaannya sama sekali, lalu bangkit kearah anaknya –Yahya- yang berada didekat kuda tersebut. Ia merasa khawatir bila anaknya terdepak oleh kudanya. Ketika ia mengambil anaknya, ia mengarahkan pandangannya ke langit (ternyata ia melihat sesuatu yang aneh) hingga sesuatu itu tidak tampak lagi.

Sunday, March 3, 2013

Cinta, datang dan perginya

Cinta, saat dia datang maka suka cita, keberanian dan kekuatan akan muncul mengiringi hadirnya. Batasan sepertinya sudah tidak berarti lagi, seolah semuanya dapat dilakukan. Efek ketenangan yang diberikan 1 kg morfin pun seakan tidak sebanding dengan ketenangan yang dihasilkan oleh cinta. Cinta merupakan suatu kombinasi dari candu, suplemen dan motifasi dalam hidup.
Cinta datang dan pergi
Tapi saat cinta itu pergi, dia akan meninggalkan sejuta rasa takut, lemah dan gelisah. Hari-hari sepi selalu datang menghampiri membentuk suatu lingkaran yang seolah tanpa tepi. Perasaan sesal terus muncul menghantui mencari sejuta alasan mengapa semuanya terjadi. Dan penghianat akan menjadi kambing hitam disana.
Akankah cinta itu pergi untuk selamanya?, apakah cinta itu akan kembali dengan wujud sama ataukah transformasi dari yang sudah terjadi yang datang kemudian ? . Sebuah titik kecil harapan akan selalu ada disana namun kadang seolah terhapus oleh lelah usahanya. Sebuah usaha yang seolah hanya mengejar bayangan dari cinta. Kalau hanya bayangan, lantas kemanakah cinta ??

Sunday, January 20, 2013

Resection

IMG01152-20130120-2029

Beberapa waktu kemarin, saya bareng temen-temen dari komunitas APRAK mencoba mempelajari dasar-dasar navigasi. Karena di dalam komunitas tersebut memang tidak memiliki seorang navigator atau setidaknya orang yang memahami tentang navigasi, maka kami berusaha untuk mempelajarinya secara otodidak. Teori navigasi yang kami pelajari adalah dasar-dasar navigasi darat. Data dan informasi kami kumpulkan semuanya dari dunia maya. Setelah data dan informasi yang terkumpul kami pelajari, ada satu teknik yang akan saya bagikan disini, yaitu teknik Resection

Prinsip resection adalah menentukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang di kenal. Teknik resection membutuhkan alam terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Bahan dan alat yang diperlukan untuk melakukan Resection adalah : Peta, Kompas, Busur derajat, Penggaris dan pensil.

Selain itu, untuk dapat melakukan teknik resection dengan benar di butuhkan beberapa kemampuan penujang, yaitu :

a. Orientasi Peta

Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. Untuk keperluan ini kita perlu mengetahui tanda-tanda medan yang ada di lokasi dan mencocokanya dengan kontur yang ada di peta. Untuk keperluan praktis utara kompas (magnetis) dapat kita anggap sejajar dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan deklinasinya. Langkah-langkah orientasi pada peta :

  • Usahakan untuk mencari tempat terbuka, tujuannya agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.
  • Siapkan kompas dan peta, letakkan pada bidang datar.
  • Utara kan peta dengan berpatokan pada kompas sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya.
  • Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol dilapangan, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta.
  • Ingat tanda-tanda tersebut, bentuk dan tempatnya di medan yang sebenarnya.
  • Jika semua langkah diatas sudah dilakukan, maka kita sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi kita dipeta.

IMG01147-20130120-1848Orientasi Peta

b. Pembacaan sudut kompas (Azimuth-Back Azimuth)

Azimuth Bac Azimuth

Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Pengukuran Azimuth dilakukan dengan mengikuti arah jarum jam dari garis dasar. Jika kita membidik sebuah tanda medan dan memperoleh sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai Azimuth. Kebalikan dari Azimuth adalah Back Azimuth. Dalam teknik Resection Back Azimuth dilakukan dengan cara :

  • Jika Azimuth yang kita peroleh lebih dari 180 derajat, maka Back Azimuth = Azimuth – 180.
  • Jika Azimuth yang kita peroleh kurang dari 180 derajat, maka Back Azimuth = Azimuth + 180.

Setelah itu, baru teknik resection bisa di lakukan. Langkah-langkah Resection adalah sebagai berikut :

  • Lakukan orientasi peta .
  • Tentukan minimal dua tanda medan dilapangan
  • Cari dan tentukan dua tanda medan tersebut di peta, kemudian buat garis sumbu di masing-masing tanda medan tersebut.
  • Bidik kedua tanda medan di lapangan dan dapatkan azimut dan back azimutnya.
  • Tarik garis back azimut dari kedua titik medan itu sehingga terjadi perpotongan antara keduanya.
  • Perpotongan tersebut adalah kedudukan kita di peta.

Resection

Itulah sedikit keterampilan yang berhasil saya dapatkan, dan buat sobat Inspirasi semua semoga pengetahuan yang sedikit ini dapat menambah wawasan sobat Inspirasi semua.

Buat sobat Inspirasi yang mempunyai kemampuan tentang Navigasi, akan sangat senang sekali jika mau berbagi disini… :)